Home Asia Pacific Info

500 WNI Akan Gelar Aksi Solidaritas Dukung Papua dan Papua Barat Damai

0

 

Sebanyak 500 warga negara Indonesia berencana menggelar aksi solidaritas bertajuk Kumpul-kumpul Kitong Basodara secara serentak untuk mendukung perdamian di Papua. Aksi ini akan digelar secara serentak di 12 negara bagian yang merupakan tempat tinggal para WNI yaitu Atlanta, Austin, Charlotte, Chicago, Dallas, Las Vegas, Los Angeles, New York, Sacramento/San Francisco, Seattle, St. Paul-Minneapolis, dan Washington D.C.

Penggagas kegiatan, Utomo Lukman mengatakan aksi ini bertujuan untuk memberikan pesan perdamaian kepada masyarakat agar bersama-sama menciptakan perdamaian dan suasana kondusif di tanah Papua. Sejumlah warga AS dalam mengajak warga Papua dan Papua Barat untuk tak terprovokasi mengikuti kericuhan yang terjadi pada 28 Agustus.

Kegiatan ini didukung juga oleh sejumlah organisasi masyarakat Indonesia di AS, antara lain Amerika Bersatu, DC4INDONESIA, Ikatan Keluarga NTT USA, Indonesian American of the Carolinas, dan Indonesian House of New York (IHNY).

Pendiri Ikatan Warga Indonesia di New York, Syaiful Hamid Opu Onang juga mengajak seluruh masyarakat Papua dan Papua Barat untuk mendukung pemerintahan Jokowi yang saat ini sedang berjuang membangun Tanah Cendrawasih.

“Jangan terprovokasi, mari kita fokus memberikan kesempatan pada pemerintahan Presiden Joko Widodo yang telah memulai pembangunan di Papua agar dapat terus berjalan,” kata Syaiful Hamid Opu Onang.

Tak hanya di Amerika Serikat, puluhan masa yang tergabung dalam Gerakan Aswaja Bengkulu (GAB) juga melakukan aksi di depan kantor DPRD Provinsi bengkulu, turun ke jalan menyuarakan perdamaian di tanah papua.

Mereka menggelar aksi damai tepat di depan kantor DPRD Provinsi Bengkulu Rabu (04/9) Aksi damai tersebut untuk menyuarakan perdamaian, menyikapi beberapa ketegangan yang terjadi di Tanah Papua. Mereka mengajak pada masyarakat Papua agar tidak terpancing oleh hoaks yang sengaja diciptakan sejumlah oknum yang ingin memecah belah bangsa.

Sambil membentangkan berbagai poster, mereka melakukan orasi untuk mendukung terwujudnya suasana aman dan nyaman di Tanah Papua.

Korlap aksi, Bayu Segara menyatakan aksi ini salah satu bentuk kepedulian kita akan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kita tahu papua adalah bagian dari NKRI, papua saudara kita yang harus kita jaga, kita lindungi dan kita perjuangkan deni utuhnya bangsa kita.

Aksi solidaritas perdamaian ini juga bertujuan untuk melawan aksi yang berlangsung di Papua New Guinea (PNG), Belanda, Fiji, Vanuatu, dan Australia.

Gerakan solidaritas ini digagas oleh Anticolonial Asian Alliance, setelah terjadi penggerebekan oleh aparat keamanan di asrama mahasiswa Papua di Surabaya disusul ujaran diskriminatif dan rasial berupa kata “monyet”.

Dalam aksi ini, sejumlah aspirasi, termasuk dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan West Papua, digaungkan AAA dan warga Australia.

Namun yang menarik, event ini terbilang sepi dan terlihat seperti demo buatan. Aksi ini juga dipolitisasi asing yang memang ingin melihat Papua merdeka. Seperti kita ketahui, politisasi asing ini melibatkan nama Benny Wenda, tokoh pendorong kemerdekaan Papua yang berdomisili di Oxford, Inggris.

Saat ini akses internet di Papua pun sudah secara bertahap kembali dibuka. Masyarakat Papua dituntut untuk sama-sama memerangi berita hoaks yang bisa kembali menyulut kerusuhan. 

Aksi solidaritas yang dilakukan WNI di AS menjadi angin segar serta dukungan untuk menjaga perdamaian Papua. Semoga aksi ini dapat menginspirasi yang lain untuk melawan aksi lain yang justru ingin memecah belah Papua. 

 

Link referensi:

https://telusur.co.id/detail/500-wni-di-as-gelar-aksi-solidaritas-dukungan-perdamaian-papua

https://www.indozone.id/news/Ens7WP/ratusan-wni-di-as-gelar-aksi-solidaritas-untuk-papua

https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/fauzanahmadudcaneg/5d6f34e9097f3639526cb492/aksi-solidaritas-papua-gab-papua-sanak-kito