Home Asia Pacific Info

Pemerintah Jamin Keamanan Mahasiswa yang Pulang ke Papua untuk Kembali Menempuh Pendidikan

0

 

Imbas dari provokasi kelompok ekstrimis pada demo Papua, sebanyak 300 mahasiswa yang menempuh pendidikan di sejumlah daerah Indonesia memutuskan untuk kembali ke Tanah Cendrawasih. 

Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) padahal tidak menginstruksikan para mahasiswa tersebut untuk kembali ke Papua. Mereka sangat menyayangkan keputusan para mahasiswa yang sudah pulang sebelum menyelesaikan pendidikannya. Kekecewaan juga sempat dilontarkan Gubernur Papua, Lukas Enembe yang bingung dengan tindakan para mahasiswa. Karena bagaimanapun pendidikan merupakan hal yang penting. 

“Memang sudah ada imbauan dari kami, saya arahkan waktu itu, kalau di NKRI tidak aman, kami pulangkan. Tapi ini aman, kenapa pulang, untuk apa?” tutur Lukas. 

Sebelumnya sempat beredar kabar jika keputusan mahasiswa Papua pulang kampung ini lantaran adanya kekhawatiran mendapat intimidasi. Sehingga para orang tua segera memberi dana kepada anak-anaknya sebagai bekal perjalanan pulang. Namun setelah ditelusuri, kabar tersebut tidak benar. Isu itu dibuat hanya untuk propaganda semata.

Kelompok ekstrimis sengaja ingin membuat konflik horizontal agar eksistensi isu rasisme terus terjaga. Ketika situasi sudah aman, mereka berusaha membuat para mahasiswa merasa tidak aman sehingga mereka memutuskan untuk pulang. 

Asrama Papua di Surabaya yang sudah kondusif baru-baru dilempar karung berisi empat ular, salah satunya adalah piton. Bahkan mahasiswa Papua di Makassar merasa suasana belajar di sana semakin tidak aman. Alhasil 50 mahasiswa di Makassar memutuskan pulang ke Papua. 

Menindaklanjuti masalah ini, Majelis Rakyat Papua (MRP) pun mengeluarkan maklumat yang isinya menyatakan jika mahasiswa yang sudah pulang ke Papua disarankan untuk kembali ke kota tempat mereka menempuh pendidikan. Sedangkan mahasiswa yang belum pulang dianjurkan untuk tetap bertahan demi menjaga keharmonisan dengan masyarakat lain. 

Demi menjaga keamanan para mahasiswa, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto meminta kepada TNI menyiapkan 

menyiapkan pesawat Hercules untuk membawa pelajar dan mahasiswa yang hendak kembali ke daerah tempatnya mengenyam pendidikan. Selain itu, ia menjamin keamanan dan perlakuan yang setara terhadap pelajar asal Papua-Papua Barat yang kembali belajar ke luar daerahnya.

“Akan dijamin pejabat setempat, kami titipkan kepada para pejabat di mana mereka belajar. Untuk melindungi, untuk merawat, untuk memperlakukan mereka sebagai keluarga-keluarga di daerah mereka belajar,” ujar Wiranto.

Pemerintah sudah menindaklanjuti masalah ini dengan tepat dan cepat. Dengan jaminan keamanan yang akan diterima oleh mahasiswa tentunya akan menjadi angin segar agar mereka bisa semakin nyaman mengenyam pendidikan di kota yang mereka tuju. 

 

Referensi:

https://news.detik.com/berita/d-4698905/wiranto-sebut-mahasiswa-papua-ramai-ramai-eksodus-kini-akan-kembali-ke-asrama

https://regional.kompas.com/read/2019/09/09/12182771/300-mahasiswa-pulang-kampung-gubernur-papua-kebingungan

TNI Siapkan Pesawat Hercules untuk Mahasiwa Papua

https://www.antaranews.com/berita/1048508/dprp-pemprov-tidak-instruksikan-mahasiswa-papua-pulang